Senin, 21 Desember 2009

Pesan Natal Bersama PGI & KWI Tahun 2009



Pesan Natal Bersama PGI & KWI Tahun 2009
“Tuhan Itu Baik Kepada Semua Orang ...”
(bdk. Mzm. 145:9a)
Saudara-saudari yang terkasih,
Segenap Umat Kristiani Indonesia di mana pun berada,
Salam sejahtera dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus.

(1) Dalam suasana kebahagiaan Natal sekarang ini, kembali Tuhan menyapa dan mengingatkan kita umat-Nya untuk merayakan Natal ini dalam semangat kedamaian, kebersamaan dan kesahajaan. Dengan mengucap syukur sambil melantunkan kidung Natal dan doa, kita merenungkan, betapa baiknya Tuhan dalam kehidupan kita! Ia yang telah lahir bagi kita manusia, adalah juga Dia yang telah menebus dosa kita dan mendamaikan kita dengan Allah, Bapa kita. Dengan demikian, Ia menyanggupkan kita untuk hidup bersama, satu sama lain dalam damai Natal itu. "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya"[1]. Kabar Gembira Natal itulah yang harus kita hayati dan wujud-nyatakan di dalam kehidupan kita bersama.

Tema Natal kita tahun ini adalah: “Tuhan itu baik kepada semua orang.” Tema ini hendak mengingatkan kita, bahwa sesungguhnya Allah menciptakan manusia menurut gambar dan citra-Nya[2]. Allah adalah Allah bangsa-bangsa[3]. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia”[4]. Allah mengasihi dunia dan manusia yang hidup di dalamnya dan manusia diperintahkan- Nya untuk mengolah dan menaklukkannya[5].

Sebagaimana kelahiran Yesus Kristus adalah bagi semua orang, maka umat Kristiani pun hidup bersama dan bagi semua orang. “Semua orang” adalah siapa saja yang hidup dan bertetangga dengan kita, tanpa membeda-bedakan, sebagaimana Allah, Bapa di surga, juga menyinarkan matahari-Nya dan menurunkan hujan-Nya kepada semua orang tanpa membeda-bedakan[6]. Di dalam interaksi kita dengan sesama, pemahaman ini meliputi semua bidang kehidupan. Yesus Kristus memerintahkan, agar kita mengasihi sesama seperti diri kita sendiri[7]. Itulah hakikat inkarnasi Ilahi di dalam diri Yesus Kristus yang adalah Manusia bagi orang lain. Kelahiran Yesus Kristus mendasari relasi kita dengan orang lain. Maka kita menjalin relasi dengan sesama, tanpa memandang suku, ras, agama dan golongan.

(2) Dalam semangat inilah kita merayakan Natal sambil merefleksikan segala peristiwa yang telah kita lalui di tahun 2009 seperti misalnya Krisis Ekonomi Global, Pemilihan Umum, Aksi Terorisme sampai dengan Bencana Alam yang melanda beberapa wilayah tanah-air kita. Segala peristiwa tersebut mengingatkan kita untuk senantiasa menyadari kebesaran Tuhan dan membuat kita rendah hati di hadapan-Nya. Tuhan itu baik, karena Ia memampukan kita melewati semua peristiwa tersebut bersama sesama kita manusia. Maka Natal ini juga hendaknya memberikan kita hikmah dalam merencanakan hari esok yang lebih baik, bagi manusia dan bagi bumi tempat tinggalnya. Manusia yang diciptakan sebagai puncak dan mahkota karya penciptaan Allah, tidak bisa dilepaskan dari dunianya. Sungguh, ”Tuhan itu baik bagi semua orang dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya”.[8]

Oleh karena itu, kala merayakan peringatan kelahiran Yesus Kristus, Tuhan kita, kami mengajak seluruh umat Kristiani setanah-air untuk bersama-sama umat beragama lain menyatakan kebaikan Tuhan itu dalam semangat kebersamaan yang tulus-ikhlas untuk membangun negeri tercinta kita. Sebagai bagian integral bangsa, umat Kristiani di Indonesia adalah warganegara yang secara aktif turut mengambil bagian dalam upaya-upaya menyejahterakan bangsa, karena kesengsaraan bangsa adalah kesengsaraan kita dan kesejahteraan bangsa adalah kesejahteraan kita juga. Dengan pemahaman solidaritas seperti itu, umat Kristiani juga diharapkan turut melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan yang baru Negara ini, demi terwujudnya keadilan sosial dan kesejahteraan yang merata, termasuk juga demi terwujudnya upaya memulihkan keutuhan alam ciptaan yang menjadi lingkungan hidup kita. Merayakan Natal sebagai ungkapan penerimaan kedatangan Yesus Juruselamat, haruslah juga menjadi awal perubahan sikap dan tindakan untuk sesuatu yang lebih baik. Kedatangan Yesus bagi semua orang melalui karya-Nya, dahulu telah dipersiapkan oleh Yohanes Pembaptis dengan memaklumkan perubahan sikap dan tekad ini[9], baik melalui pewartaannya maupun melalui peri-hidupnya sendiri. Hal itu membuat mereka yang dijumpainya dan mendengar pewartaannya bertanya: “Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?”[10]

(3) Karena itu, melalui pesan Natal ini, kami mengajak seluruh umat Kristiani:
• untuk senantiasa menyadari kebaikan Tuhan, dan dengan demikian menyadari juga panggilan dan perutusannya untuk berbuat baik kepada sesamanya[11]. Kita dipanggil bukan untuk membalas kejahatan dengan kejahatan, sehingga kita dikalahkan oleh kejahatan, melainkan untuk mengalahkannya dengan kebaikan[12], supaya dengan melihat perbuatan baik kita di dunia ini, orang memuliakan Bapa yang di surga[13].
• untuk melibatkan diri secara proaktif dalam berbagai upaya, terutama yang direncanakan oleh Pemerintah dalam program-program pembangunan manusia seutuhnya. Kita juga dipanggil untuk terlibat aktif bersama dengan gerakan-gerakan atau aspirasi-aspirasi lain, yang mempunyai keprihatinan tulus, untuk mewujudkan masyarakat majemuk yang menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, keikhlasan dan solidaritas memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan bersama.
• untuk ikut terlibat aktif dalam menyukseskan program-program bersama antara Pemerintah dan masyarakat demi keharmonisan hubungan manusia dengan manusia, tetapi juga antara manusia dengan alam lingkungan hidupnya. Dalam upaya-upaya pelestarian lingkungan dan keutuhan ciptaan, umat Kristiani hendaknya tidak hanya menjadi pelaku-serta saja, tetapi juga menjadi pemrakarsa.
Akhirnya, Saudara-saudari seiman yang terkasih, marilah kita berdoa juga bagi Pemerintah kita yang baru, yang dengan demokratis telah ikut kita tentukan para pengembannya, bersama dengan seluruh jajarannya dari Pusat sampai ke Daerah, agar mereka dapat menjalankan tugas mereka dengan baik.

Demikianlah pesan kami. Selamat Natal 2009 dan Selamat Menyongsong Tahun Baru 2010. Tuhan memberkati.


Jakarta, 10 November 2009
Atas nama,
PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA(PGI):
Pdt. Dr. A.A.Yewangoe (Ketua Umum)
Pdt. Dr. R. Daulay (Sekertaris Umum)

KONFERENSI GEREJA WALI GEREJA INDONESIA (KWI):
Mgr. Dr. M.D. Situmorang, O.F.M.Cap. (Ketua Umum)
Mgr. Dr. J.M. Pujasumarta (Sekertaris Jendral)

Sabtu, 05 Desember 2009

Rekomendasi Rakernas APPSI 2-4 Desember 2009


Dalam penguatan penyelenggaraan pemerintahan di daerah, Para Gubernur dalam Rakernas APPSI yang dilaksanakan pada tanggal 2 s.d 4 Desember 2009 di Palangka Raya Kalimantan Tengah, dengan ini bersepakat memberikan usulan kepada pemerintah dalam bentuk rekomendasi, sebagai berikut :

  1. Dalam mengoptimalkan peran gubernur sebagai wakil pemerintah, para gubernur mendesak agar pemerintah mempertegas kedudukan, kelembagaan, dan peran gubernur dalam struktur organisasi di pemerintahan pusat, dengan menyempurnakan Undang–Undang Nomor 39 Tahun 2008 Tentang Kementerian Negara.
  2. Mengingat tanggung jawab gubernur yang berfungsi ganda, agar pemerintah mengalokasikan pendanaan yang cukup dari APBN untuk perangkat gubernur sebagai wakil pemerintah.
  3. Dalam rangka program pemerintah di bidang reformasi birokrasi, para gubernur sangat mendukung pelaksanaan program tersebut di pemerintahan daerah. Namun pemerintah perlu memikirkan konsekuensi pendanaannya, terutama pemberian remunerasi kepada aparat pemerintah daerah.
  4. Para Gubernur mendesak pemerintah agar mempercepat pelaksanaan pasal 108 Undang-Undang Nomor 33 tahun 2004, yang mengamanatkan pemerintah secara bertahap mengalihkan program dana dekonsentrasi menjadi dana alokasi khusus.
  5. Para gubernur menghimbau agar pemerintah memperbaiki formula Dana Alokasi Umum, khususnya alokasi bagi daerah yang berupa kepulauan.
  6. Para gubernur mendesak pemerintah agar mengatur secara tegas dalam Undang-Undang mengenai Badan Usaha Milik Negara tentang pemberian insentif kepada pemerintah daerah dari Badan Usaha Milik Negara yang beroperasi di daerah.
  7. Terhadap persoalan pemekaran daerah para gubernur berpendapat perlu dilakukan secara bertahap baik melalui masa transisi dengan membentuk “daerah persiapan” maupun melalui pentahapan pemberian kewenangan kepada daerah yang dibentuk. Para Gubernur juga sangat mendukung kebijakan yang akan diambil pemerintah untuk menunda sementara pembentukan daerah otonom baru (moratorium).
  8. Para gubernur bersepakat bahwa proses penyelenggaraan pemilihan kepala daerah perlu dibenahi guna menghindari terjadinya persoalan-persoalan seperti data pemilih tetap, percepatan proses penyelesaian konflik melalui jalur peradilan dan profesionalisme dan netralitas lembaga penyelenggara dan pengawas pemilihan umum kepala daerah secara langsung.
  9. Para gubernur mendesak pemerintah agar segera menyempurnakan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah, yang dibarengi dengan penyempurnaan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah dan Pemerintahan Daerah, agar hasilnya dapat segera digunakan untuk kelancaran pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan daerah, disamping itu perlu juga segera disesuaikan Rancangan Undang-Undang mengenai Pemilihan Umum Kepala Daerah, dan Rancangan Peraturan Pemerintah mengenai Gubernur sebagai wakil pemerintah.
  10. Para Gubernur bersepakat untuk menindak lanjuti arahan Bapak Presiden mengenai peningkatan peran Gubernur dalam penyelenggaraan pemerintahan dengan cara pembentukan Gugus Tugas yang berfungsi menangani isu-isu strategis yang berkaitan dengan keberhasilan pelaksanaan program pemerintah, dan APPSI melaporkan kemajuan pelaksanaan masing-masing Gugus Tugas kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri. Untuk itu APPSI juga akan memperkuat Sekretariat APPSI dan Dewan Pakar.
  11. Para Gubernur mengusulkan agar pemerintah dapat merumuskan kembali sanksi yang lebih tegas berkaitan dengan tindak lanjut hasil pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan kabupaten/kota.
  12. Para Gubernur sepakat bahwa dalam rangka mewujudkan stabilitas politik dan kondisi wilayah yang lebih kondusif untuk penyelenggaran pemerintahan daerah dan pembangunan diperlukan adanya Forum Musyawarah Pimpinan Daerah yang penyelenggaraannya dibebankan kepada APBN mengingat bahwa hal ini merupakan salah satu fungsi Gubernur sebagai Wakil Pemerintah.

Palangka Raya, 3 Desember 2009

Pimpinan Sidang,

a. Fauzi Bowo : Ketua
b. Teras Narang : Sekretaris
c. S.H. Sarundayang : anggota

Rabu, 19 Agustus 2009

Sambutan Gubernur Kalimantan Tengah (HUT ke - 64 RI)


GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH

SAMBUTAN

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH
DALAM RANGKA MEMPERINGATI HUT PROKLAMASI KEMERDEKAAN KE - 64 REPUBLIK INDONESIA
TANGGAL 17 AGUSTUS 2009


Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Salam sejahtera untuk hadirin sekalian,

Yang terhormat,
Para Undangan dan hadirin sekalian serta,
Peserta Upacara yang saya hormati dan banggakan.


Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas perkenan-Nya kita semua dapat hadir dalam acara Peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang diraih melalui perjuangan panjang dan pengorbanan jiwa. Namun berkat semangat persatuan, rela berkorban, dan pertolongan Tuhan Yang Maha Esa, akhirnya perjuangan bangsa Indonesia tersebut membuahkan kemerdekaan. Oleh karena itu sudah sepatutnya pada hari bersejarah ini, kita mengenang jasa para pahlawan dan mendoakan semoga mereka berada di tempat yang mulia di sisi-Nya. Untuk itu pada kesempatan yang sangat berharga ini, perkenankan Saya secara Pribadi dan atas nama Pemerintah Provinsi menyampaikan Selamat Hari Ulang Tahun Proklamasi Ke – 64 Republik Indonesia kepada seluruh jajaran Pemerintahan Daerah dan masyarakat Provinsi Kalimantan Tengah.
Semangat juang dan rela berkorban dari para pendahulu bangsa, patut kita teladani dalam mengisi kemerdekaan melalui pembangunan, agar tercipta negara Indonesia yang kuat, maju, makmur, dan demokratis. Hal ini sejalan dengan tema peringatan hari ini yaitu: “Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Tingkatkan Kedewasaan Kehidupan Berpolitik Dan Berdemokrasi Serta Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional Menuju Indonesia Yang Bersatu, Aman, Adil, Demokratis Dan Sejahtera”.

Saudara-saudara dan Hadirin yang Saya hormati,

Pada tahun ini, Bangsa Indonesia baru saja menyelesaikan sebuah tahapan demokrasi dengan menyatukan diri melaksanakan pemilihan umum. Suatu tahapan penting dalam menentukan perjalanan bangsa lima tahun ke depan. Seluruh rakyat Indonesia, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, berkesempatan untuk memilih wakil-wakilnya di legislatif, serta secara langsung memilih presiden dan wakil presidennya. Dengan pemilu ini, partisipasi seluruh rakyat Indonesia semakin ditingkatkan untuk mewujudkan masyarakat madani yang demokratis.
Dalam pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan tersebut, atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat di Provinsi Kalimantan Tengah atas partisipasi aktifnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban sehingga Pemilu Legislatif dan pelaksanaan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 8 Juli 2009 lalu dapat berjalan tertib, aman dan lancar.
Hal ini sungguh sebuah prestasi yang membanggakan kita sekalian. Dimana masyarakat di Provinsi Kalimantan Tengah telah mampu menunjukkan kedewasaan dalam hal berpolitik, serta menjunjung tinggi nilai-nilai DEMOKRASI dan ETIKA POLITIK. masyarakat kita tidak terjebak ke dalam suatu suasana tercerai-berai oleh perbedaan pilihan politik. Demokrasi justru harus dapat MENDULANG KEBERSAMAAN, dan demokrasi harus MEMENANGKAN KEPENTINGAN MASYARAKAT dengan memberikan penghargaan terhadap perbedaan, sebagai pilar penyanggah kekuatan kehidupan berbangsa dan bernegara yang demokratis.
Oleh karena itu, sekali lagi saya menyampaikan mengucapkan terima kasih atas partisipasi seluruh masyarakat Kalimantan Tengah dan seluruh aparat pemerintah daerah, TNI, Polri, dan KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota, atas kerja keras dan pengabdian yang telah diberikan dalam menyukseskan pesta demokrasi tersebut.

Saudara-saudara sekalian yang berbahagia,

Sampai dengan usia 64 tahun perjalanan bangsa ini, kita menyadari masih menyisakan banyak permasalahan yang terjadi di sekitar kita. Cita-cita kemerdekaan yang kita dambakan yaitu sebagai bangsa yang maju, sejahtera, aman dan bermartabat berdasarkan kebersamaan dalam kebhinekaan suku, budaya, agama, wilayah masih belum sepenuhnya dapat kita raih. Dari masalah kemiskinan, kebodohan, krisis energi, krisis pangan, berbagai bencana alam yang melanda, kerusakan lingkungan, isu pemanasan global, praktek korupsi, terorisme, kriminalitas sampai dengan ancaman disintegrasi masih menjadi permasalahan yang harus segera dicari pemecahannya.
Untuk itu sudah saatnya bagi kita untuk segera bangkit berbenah diri, mengejar segala ketertinggalan dan menguatkan kebersamaan. Hal pertama yang perlu kita lakukan adalah memperkokoh rasa nasionalisme kita. Jika pada masa penjajahan, nasionalisme diekspresikan dengan kebencian kita pada penjajah dan ketidaksukaan sebagai bangsa terjajah, pada saat ini nasionalisme semestinya diwujudkan dalam bentuk olah rasa, olah karsa dan olah karya di semua bidang yang memberikan nilai positif bagi bangsa dengan berdasar kecintaan pada bangsa dan negara kita.
Demikian pula sebagai warga Kalimantan Tengah, kita pun memiliki tugas, peran dan tanggungjawab yang sama, khususnya dalam membangun dan memajukan provinsi tercinta ini sesuai dengan kapasitas masing-masing. Apapun profesi kita, semua adalah bagian tak terpisahkan dari provinsi ini, yang bila disatukan bagaikan sebuah musik orkestra yang saling melengkapi satu dengan lainnya. Untuk itu masing-masing hendaknya memiliki kesadaran dan tanggung jawab untuk melakukan kewajiban sosial masing-masing dengan sebaik-baiknya.
Mari kita wujudkan kecintaan kita sebagai Oloh Itah (Masyarakat Kalteng). Orang Kalimantan Tengah bukan saja orang yang leluhurnya berasal dari Kalimantan Tengah atau yang lahir di Kalimantan Tengah saja, tetapi orang Kalimantan Tengah adalah orang yang memiliki kepedulian dan rasa empati terhadap daerah ini serta bersedia berkarya nyata bagi masyarakat dan Provinsi Kalimantan Tengah tercinta.
Mengapa hal ini perlu saya tekankan kembali, karena Provinsi Kalimantan Tengah sebagai sebuah daerah yang terus menggeliat ibarat magnet yang menarik ribuan orang dari daerah lain di seluruh nusantara dan bahkan manca negara untuk datang baik untuk berinvestasi, sekedar berwisata dan bahkan menetap dalam rangka mencari penghidupan yang baik. Kondisi ini telah membentuk konfigurasi masyarakat dan dinamika sebagai daerah multikultural, wilayah yang penuh kebhinekaan. Yang perlu disadari sekarang adalah bagaimana kita memaknai keberagaman tersebut sebagai sebuah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa yang perlu kita pelihara. Keberagaman bukanlah sebuah ancaman, tetapi justru merupakan “keistimewaan” yang dapat dijadikan landasan pembentukan sebuah kultur kebersamaan yang indah, harmonis dan saling memperkaya.
Menjadi kewajiban bagi segenap warga untuk terus membangun kebersamaan. Jika kita berbicara hak individu harus diimbangi dengan kewajiban sosialnya, mengasah kemampuan menghargai dan mengakomodasi pikiran dan pendapat pihak lain yang berbeda untuk menghasilkan kompromi dalam rangka memperjuangkan cita-cita bersama. Kita tidak boleh lengah, jangan memberi kesempatan sekecil apapun bagi merebaknya potensi-potensi kehidupan yang cenderung individualistik (hanya mementingkan diri sendiri dan kelompoknya), serta potensi-potensi disintegrasi dengan senantiasa mengembangkan kepedulian kepada sesama dan lingkungan dengan konsepsi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau, yang di landasi oleh semangat Isen Mulang.

Hadirin, Peserta Upacara yang Saya Hormati,

Dalam memperingati detik-detik proklamasi kemerdekaan RI yang berlimpah kebahagiaan ini, saya mengajak segenap warga untuk menyamakan pemahaman akan makna mengisi kemerdekaan. Kita harus menyerap nilai-nilai kejuangan yang telah diteladankan oleh para pahlawan bangsa, untuk selanjutnya kita jadikan perjuangan mengisi kemerdekaan saat ini dan mendatang.
Dari landasan nasionalisme yang diimplementasikan dalam kehidupan yang penuh kebersamaan dan toleransi ini, marilah setiap tanggal 17 Agustus atau momentum memperingati Proklamasi Kemerdekaan RI ini bersama-sama kita membuat komitmen, apa yang akan kita lakukan untuk mengisi kemerdekaan ini setahun mendatang? Komitmen sebaiknya direncanakan bersama-sama, dan dilaksanakan bersama-sama pula, serta menjadi tanggung jawab bersama oleh seluruh komunitas baik komunitas RT, RW, Kelurahan, Kecamatan dan Kabupaten/Kota bahkan komunitas se-Provinsi Kalimantan Tengah. Dan setahun mendatang pada saat memperingati HUT Kemerdekaan RI, maka komitmen bersama tersebut dijadikan bahan refleksi dari apa yang sudah kita rencanakan, dengan apa yang sudah kita laksanakan. Jika belum sepenuhnya bisa dilaksanakan maka secara jujur kita harus introspeksi diri di mana titik-titik kelemahannya sebagai bahan evaluasi untuk menjadi target yang tidak boleh gagal di tahun berikutnya. Dan bila hal itu tercapai, hendaknya dibuat target baru atau program baru yang lebih tinggi nilainya sesuai dengan potensi dan kapasitas yang ada untuk kemajuan komunitas. Dengan demikian peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ini sekaligus kita jadikan sebagai hari pengukuran atau hari penilaian kemajuan dari Provinsi Kalimantan Tengah, Kemajuan dari Kabupaten/Kota, kemajuan dari masyarakat satu kecamatan, kemajuan dari masyarakat satu kelurahan, kemajuan dari masyarakat satu RW bahkan kemajuan dari masyarakat satu RT.
Saya sebagai pimpinan yang melayani sekaligus pamong masyarakat Provinsi Kalimantan Tengah juga terus bertekad untuk menjadikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sebagai pemerintahan yang bersih, bertanggung jawab, transparan, efektif, effisien, tanggap, melibatkan masyarakat, ada keberpihakan, dan memiliki perencanaan jauh ke depan. Demikian halnya saya harapkan bagi Pemerintah Kabupaten/Kota se Kalimantan Tengah.
Mari, momentum 17 Agustus tahun ini, kita isi dengan Deklarasi Komitmen untuk bersama-sama membangun cita-cita untuk kita realisasikan bersama selama 1 tahun ke depan. Dan di peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI tahun mendatang, kita evaluasi dan pertanggungjawabkan komitmen yang kita canangkan di peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI tahun ini.

Saudara-saudara yang saya hormati,

Pada kesempatan memperingati hari proklamasi kemerdekaan ke-64 RI ini, pada tanggal 15 Agustus 2009 lalu, Gubernur Kalimantan Tengah menerima tanda kehormatan Bintang Maha Putra Utama yang diserahkan langsung oleh Presiden RI, sebagai bentuk penghargaan negara atas sumbangsih gubernur terhadap bangsa ini. penghargaan tersebut adalah hasil kerja keras bersama seluruh masyarakat Kalimantan Tengah. Untuk itu sebagai wujud pertanggungjawaban kita bersama, saya ingin mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Tengah untuk bersama-sama membangun komitmen untuk kebaikan kita bersama sebagai berikut :
1. Sehubungan dengan tibanya musim kemarau serta mulai terdeteksinya titik-titik hotspot yang berakibat pada munculnya kabut asap di Provinsi Kalimantan Tengah, saya mengajak seluruh lapisan masyarakat bersama-sama dengan pemerintah kabupaten untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran lahan dan hutan. Untuk itu sangat diperlukan koordinasi dan sistem pengawasan serta pengendalian kebakaran secara berjenjang, mulai dari tingkat desa, kecamatan, dan kepala daerah berfungsi sebagai koordinator di wilayahnya. Dengan demikian jika terjadi kebakaran lahan yang tidak terkendali, maka pimpinan daerahlah yang bertanggung jawab terhadap hal tersebut. Tidak ada tawar menawar terhadap kalimat “Stop Pembakaran”. Secara khusus bagi perkebunan berskala besar, sama sekali tidak diperkenankan melakukan land clearing (membersihkan lahan) dengan cara membakar apapun alasannya.
2. Dalam upaya pemanfaatan lahan-lahan terlantar di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, melalui program “GERAKAN BERSAMA MEMANFAATKAN LAHAN TERLANTAR (GERBER MLT)” yang telah dicanangkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, saya minta kepada pemerintah Kabupaten/kota untuk segera menyelesaikan Rencana Definitif dan Komitmen penyediaan anggaran atau bantuan dana, benih/bibit serta berbagai jenis bantuan dan sarana produksi lainnya, guna kelancaran dan kesuksesan program tersebut.
3. Meningkatkan kewaspadaan secara terus menerus terhadap segala kegiatan dari pihak tertentu yang melawan hukum, berupaya memecah belah bangsa dengan isu SARA serta tindakan terorisme.

Demikianlah sambutan dan beberapa harapan saya pada kesempatan yang berbahagia dan mulia ini. Marilah Dengan Semangat Proklamasi Kita Tingkatkan Kebersamaan Dalam Budaya Huma Betang Menuju Kalimantan Tengah Yang Sejahtera Dan Bermartabat Demi Kejayaan NKRI. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa akan selalu menyertai dan memberkati segala upaya dan kerja keras kita bersama mengisi kemerdekaan.

Merdeka……! Merdeka……! Merdeka…!
Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-64
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH,

TTD

A.TERAS NARANG, SH

Kamis, 18 Juni 2009

Sambutan Gubernur Kalteng

SEJARAH SINGKAT PEMERINTAH KOTA P. RAYA

Dengan berlakunya Undang – Undang Nomor 27 Tahun 1959 dan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri RI tanggal 22 Desember 1959 Nomor : 52/12/2-206, maka ditetapkanlah perpindahan tempat dan kedudukan Pemerintahan Daerah Propinsi Kalimantan Tengah dari Banjarmasin ke Palangka Raya terhitung tanggal 29 Desember 1959.


Peningkatan secara bertahap Kecamatan Kahayan Tengah tersebut, lebih nyata lagi setelah dilantiknya Bapak Tjilik Riwut sebagai Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Kalimantan Tengah pada tanggal 23 Desember 1959 oleh Menteri Dalam Negeri RI, dan Kecamatan Kahayan Tengah di Pahandut dipindahkan ke Bukit Rawi. Pada tanggal 11 Mei 1960, dibentuk pula Kecamatan Palangka Khusus Persiapan Kotapraja Palangka Raya yang dipimpin oleh J.M. Nahan. Selanjutnya sejak tanggal 20 Juni 1962 Kecamatan Palangka Khusus Persiapan Kotapraja Palangka Raya dipimpin oleh W. Coenraad dengan sebutan Kepala Pemerintahan Kotapraja Administratif Palangka Raya. Perubahan peningkatan dan pembentukan yang dilaksanakan untuk kelengkapan Kotapraja Administratif Palangka Raya dengan membentuk 3 (tiga) Kecamatan, yaitu :

1. Kecamatan Palangka di Pahandut.

2. Kecamatan Bukit Batu di Tangkiling.

3. Kecamatan Petuk Katimpun di Marang Ngandarung Langit.


Pada awal tahun 1964, Kecamatan Palangka di Pahandut dipecah menjadi 2 (dua) Kecamatan yaitu :

1. Kecamatan Pahandut di Pahandut.

2. Kecamatan Palangka di Palangka Raya.


Sehingga Kotapraja Administratif Palangka Raya telah mempunyai 4 (empat) Kecamatan dan 17 (tujuh belas) Kampung, yang berarti ketentuan-ketentuan dan persyaratan-persyaratan untuk menjadi satu Kotapraja yang otonom sudah dapat dipenuhi serta dengan disyahkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1965, Lembaran Negara Nomor 48 Tahun 1965 yang menetapkan Kotapraja Administratif Palangka Raya menjadi Kotapraja yang otonom.

Peresmian Kotapraja yang otonom dihadiri oleh ketua Komisi B DPR-GR, Bapak L.S Handoko Widjoyo, para anggota DPR-GR, pejabat-pejabat Departemen Dalam Negeri, Deputy Antar Daerah Kalimantan Brigadir Jendral TNI. M. Penggabean Deyahdak II Kalimantan, Utusan- utusan Pemerintah Daerah Kalimantan Selatan dan beberapa pejabat tinggi Kalimantan lainnya.

Upacara peresmian berlangsung di lapangan Bukit Ngalangkang halaman Balai Kota dan sebagai catatan sejarah yang tidak dapat dilupakan sebelum upacara peresmian dilangsungkan pada pikul 08.00 pagi, diadakan demonstrasi penerjunan payung dengan membawa lambang Kotapraja Palangka Raya.

Demontrasi penerjuanan payung ini dipolopori oleh Wing pendidikan II Pangkalan Udara Republik Indonesia Margahayu Bandung yang berjumlah 14 orang, dibawah pimpinan ketua Tim Letnan Udara II M. Dahlan, Mantan Paratrop AURI yang terjun di Kalimantan pada tanggal 10 Oktober 1947.

Demonstrasi penerjunan payung dilakukan dengan mempergunakan pesawat T-568 Garuda Oil, dibawah pimpinan Kapten Pilot Arifin, Co pilot Rusli dengan 4 (empat) awak pesawat, yang diikuti oleh seorang undangan khusus Kapten Udara F.M. Soejoto ( matan Paratrop 17 Oktober 1947) yang diikuti oleh sukarelawan dari Brigade Bantuan Tempur Jakarta. Selanjutnya lambang Kotapraja Palangka Raya dibawa dengan parade jalan kaki oleh para penerjun payung kelapangan upacara.

Pada hari tersebut, dengan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Kalimantan Tengah Bapak Tjilik Riwut selaku penguasa Kotapraja Palangka Raya dan oleh Menteri Dalam Negeri diserahkan lambang Kotapraja Palangka Raya.

Pada upacara peresmian Kotapraja Otonom Palangka Raya tanggal 17 Juni 1965 itu, penguasa Kotapraja Palangka Raya, Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Kalimantan Tengah, menyerahkan anak Kunci Emas seberat 170 gram melalui Menteri Dalam Negeri kepada Presiden Republik Indonesia, Kemudian dilanjutkan dengan pembukaan selubung papan nama Kantor Walikota Kepala Daerah Kotapraja Palangka Raya.


--------------------------------

Pada tanggal 17 Juni 2009, untuk memperingati kembali peresmian Kotapraja Otonom Palangka Raya, pada tanggal 17 Juni 2009 dilaksanakan Upacara Peringatan Hari Jadi Ke-44 Pemerintah Kota Palangka Raya bertempat di Halaman Kantor Walikota Palangka Raya, dengan pembina upacara adalah Gubernur Kalimantan Tengah. Dalam kegiatan tersebut Gubernur Kalteng, menaruh dan menitipkan beberapa harapan kepada Pemerintah Kota sebagaimana disampaikannya dalam Sambutan sbb :


SAMBUTAN

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH
DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI JADI
KE – 44 PEMERINTAH KOTA PALANGKA RAYA
TANGGAL 17 JUNI 2009


Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Salam sejahtera untuk hadirin sekalian,
Yang terhormat,
- Saudara Ketua, Wakil-wakil Ketua serta para Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah beserta Ibu;
- Saudara-saudara Unsur MUSPIDA Provinsi Kalimantan Tengah beserta Ibu;
- Saudara Ketua Pengadilan Tinggi Kalimantan Tengah;
- Saudara Walikota dan Wakil Walikota Palangka Raya beserta Ibu;
- Saudara Ketua, Wakil-wakil Ketua dan Anggota DPRD Kota Palangka Raya;
- Saudara-saudara Unsur MUSPIDA Kota Palangka Raya beserta Ibu;
- Saudara Ketua Pengadilan Negeri Palangka Raya;
- Saudara-saudara Kepala Dinas/Badan/Unit Satuan Kerja Jajaran Pemerintah Kota Palangka
Raya;
- Para Sesepuh Daerah, Alim Ulama, Pemuka Masyarakat;
- Para Camat dan Lurah se Kota Palangka Raya;
- Para Pimpinan Partai Politik dan Organisasi Kemasyarakatan, Generasi Muda, serta hadirin
dan Undangan yang saya hormati.


Marilah kita persembahkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas curahan nikmat dan rakhmat-Nya hingga kita berada dalam keadaan sehat Wal’afiat baik rohani maupun jasmani, dapat hadir pada Upacara Peringatan Hari Jadi Ke – 44 Pemerintah Kota Palangka Raya Tahun 2009. Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan masyarakat Kalimantan Tengah, saya menyampaikan Selamat Hari Jadi Ke – 44 Pemerintah Kota Palangka Raya dan selamat berbahagia kepada seluruh warga Kota Palangka Raya. Semoga dengan acara peringatan hari jadi ini, Kota Palangka Raya sebagai sebuah daerah otonom, dapat kembali mengintrospeksi diri dan mengevaluasi kembali sejauh mana kinerja yang telah dicapai oleh segenap stakeholders yang ada di daerah Kota Palangka Raya selama kurang lebih 44 tahun terakhir.

Dalam memperingati Hari Jadi Ke – 44, kita yang hadir saat ini menyadari bahwa telah banyak kemajuan dan perkembangan yang kita lihat dan rasakan dibandingkan keadaan sebelumnya. Pergumulan hidup dan pergulatan kepentingan masyarakat yang telah terjadi merupakan suatu romantika bagi perjalanan daerah ini. Namun demikian, harus pula kita sadari bahwa segala bentuk kemajuan yang kita rasakan saat ini tentunya akan lebih mampu untuk membuka pola pikir kita dalam menjalankan tugas mulia untuk memakmurkan dan mensejahterakan masyarakat.

Hadirin yang saya hormati

Jika kita kembali merenungkan kembali sejarah terbentuknya Kota Palangka Raya, sebagaimana diungkapkan Prof. Roosseno yang mengatakan bahwa “Palangka Raya merupakan kota baru mandiri pertama di awal kemerdekaan RI. Kota yang benar-benar dibangun sendiri oleh Pemerintah Republik Indonesia, mengingat kota yang ada sekarang adalah peninggalan kolonial”. Dari pernyataan tersebut tidaklah berlebihan jika saya katakan bahwa keberhasilan maupun kegagalan pembangunan Kota Palangka Raya adalah merupakan gambaran kemampuan segenap anak bangsa untuk membangun sebuah peradaban baru yang jauh lebih berarti bagi kepentingan publik.
Disamping itu sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Tengah, Kota Palangka Raya adalah merupakan pintu gerbang utama yang diharapkan mampu merefleksikan secara umum kondisi Provinsi Kalimantan Tengah. Disisi lain, keistimewaan Kota Palangka Raya dibandingkan dengan kota-kota lainnya di NKRI adalah sebagai satu-satunya kota yang masih memiliki hutan alami.
Beberapa kelebihan dan keuntungan yang dimiliki tersebut, tentunya menjadi tugas dan kewajiban Pemerintah Kota Palangka Raya beserta segenap stakeholders untuk dapat menjaga dan memelihara kelestariannya serta memanfaatkannya untuk menjadi suatu nilai tambah bagi peningkatan perekonomian masyarakat Kota Palangka Raya.

Hadirin yang berbahagia;

Untuk mengelola dan memanfaatkan segenap kelebihan dan keunggulan yang dimiliki oleh daerah, sangat diharapkan kejelian dan keseriusan dari Pemerintah Kota Palangka Raya untuk dapat menumbuhkan kreatifitas melalui terobosan-terobosan maupun inovasi-inovasi baru yang tentunya sesuai dengan koridor hukum yang berlaku. Dalam Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, telah mendorong dan memacu daerah agar melalui otonomi luas, daerah diharapkan mampu meningkatkan daya saing dengan memperhatikan prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan, keistimewaan dan kekhususan serta potensi dan keanekaragaman daerah dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan tetap berorientasi kepada tata Kepemerintahan yang baik (Good Governance) dalam kerangka menciptakan nilai kesejahteraan sosial dan ekonomi bagi masyarakat setempat.

Terkait dengan beberapa hal tersebut, dalam kesempatan yang berbahagia ini, ada beberapa penegasan lain yang perlu mendapat perhatian bersama bagi kita sekalian sebagai berikut :
1. Sebagai Kota yang benar-benar dibangun sendiri oleh anak-anak bangsa, saya berharap agar dapat dilakukan penataan kota, yang lebih berorientasi pada kepentingan publik. Penataan yang berorientasi dan berporos pada kepentingan publik, dapat saya analogikan seperti pada Pembangunan trotoar untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pejalan kaki, termasuk anak-anak dan orangtua mereka, Pengurusan ulang saluran air, sebagai upaya mencegah terjadinya banjir mengingat curah hujan di Kota Palangka Raya yang cukup tinggi.
2. Menumbuhkembangkan dan menggalakkan daerah hijau, sehingga kota yang terik menjadi rindang dan rimbun. Dari segi keindahan, dengan bertambahnya kawasan hijau kota, barangkali Palangka Raya yang oto-proklamasi sebagai Kota Cantik bisa benar-benar menjadi kian cantik dan nyaman. Hal ini sejalan pula dengan salah satu Program Pemerintah Provinsi yang dicanangkan Gubernur pada peringatan Hari Jadi Ke – 52 Provinsi Kalimantan Tengah yaitu : “GERAKAN BERSAMA MEMANFAATKAN LAHAN TERLANTAR (GERBER MLT)” di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.
3. Melaksanakan dan membudayakan pengelolaan sampah yang baik melalui program percobaan yang inovatif, efektif, dan berkelanjutan yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomis bagi daerah dan masyarakat Kota Palangka Raya, sehingga penamaan diri sebagai “Kota Cantik” benar-benar menjadi daya tarik yang betul-betul dapat dinikmati dan dirasakan oleh segenap lapisan masyarakat.
4. Salah satu masalah utama dalam penataan kota, termasuk saat penataan ulang kota, saya kira, terletak pada pertanyaan kota dibangun untuk siapa, untuk apa, sebagai apa? Jawaban pertanyaan ini akan menentukan bagaimana kota akan ditata dan ditata ulang. Masalah ‘cantik’ dan ‘indah’ pun tidak terlepas dari jawaban terhadap pertanyaan poros ini. Penataan kota, bukan hanya menyangkut pembangunan sebuah taman kota, tapi menyangkut permasalahan integral, termasuk masalah penataan sungai –yang agaknya sampai sekarang masih belum tersentuh. Padahal sungai menyediakan banyak kemungkinan untuk berbagai bidang seperti : pariwisata, Perekonomian masyarakat dengan bertambahnya sumber penghasilan, maupun hal lainnya.
5. Kota Palangka Raya sebagai bagian integral dari Provinsi Kalimantan Tengah yang disebut sebagai Provinsi Ribuan Sungai diharapkan mampu menjadi percontohan bagi Kabupaten/Kota lainnya dalam hal pembangunan dan pemanfaatan sungai serta pengelolaan hutan sebagai obyek wisata alam yang indah memikat. Cara terbaik adalah bagaimana mendayagunakan secara efektif kekayaan alam ini sebagai bagian integral dari sebuah “master plan” kota.
6. Pemerintah Kota diharapkan agar secara konsisten dan disiplin dalam hal Penataan Ruang agar terjaminnya pemanfaatan ruang yang nyaman, produktif dan berkelanjutan. Disiplin penataan ruang terdiri atas 3 (tiga) unsur utama, yakni : perencanaan tata ruang yang menghasilkan rencana tata ruang wilayah (RTRW), pemanfaatan ruang yang merupakan pelaksanaan pembangunan sesuai dengan arahan RTRW, dan pengendalian pemanfaatan ruang yaitu upaya untuk menjaga konsistensi agar pelaksanaan pembangunan harus sesuai rencana tata ruang. Ketiga unsur penataan ruang tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh dan saling terkait dalam suatu siklus yang berlangsung secara terus‐menerus, seiring dinamika kehidupan masyarakat.
7. Agar terus mengembangkan dan membangun sebuah Program Pendanaan Kompetisi Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (PPK-IPM), yang sejalan dengan prioritas pemerintah daerah yang bermuara pada hal yang sama, yaitu peningkatan kualitas pendidikan, peningkatan derajat kesehatan jasmani dan rohani yang prima serta peningkatan perekonomian masyarakat.
8. Terkait dengan masalah krisis listrik yang dihadapi saat ini, Pemerintah Kota agar dapat memperhatikan kembali Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi yang mewajibkan daerah-daerah untuk memiliki rencana umum energi daerah yang ditetapkan dengan Perda, termasuk didalamnya mengenai energi listrik yang menjadi bagian dari Rencana Umum Kelistrikan Daerah (RUKD). Karena sudah saatnya, kita memiliki perencanaan kota yang terintegrasi dengan perencanaan energi.
9. Berkenaan dengan pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan, atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat di Kota Palangka Raya atas partisipasi aktifnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban sehingga Pemilu Legislatif lalu dapat berjalan tertib, aman dan lancar.
10. Demikian halnya dalam pelaksanaan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 8 Juli 2009 mendatang saya mengajak Pemerintah Daerah, TNI, Polri dan segenap lapisan masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan dan memelihara keamanan dan ketertiban agar dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar. Sebagaimana thema peringatan Hari Jadi Ke-44 Pemerintah Kota Palangka Raya : “Melalui Peringatan Hari Jadi Pemerintah Kota Ke – 44, Kita Mantapkan Keutuhan NKRI, agar terwujudnya Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2009 Yang Demokratis, Aman, Tertib dan Damai”.

Hadirin yang berbahagia.

Akhirnya dalam kesempatan ini, Saya mengajak kita semua untuk saling bahu membahu dengan terus mengedepankan semangat “Isen Mulang” (Pantang Mundur) dalam mewujudkan tujuan dan harapan sebagaimana visi dan misi Pemerintah Kota Palangka Raya.
Demikianlah beberapa hal yang saya sampaikan dalam sambutan ini. Sekali lagi saya mengucapkan Selamat Hari Jadi Ke – 44 Pemerintah Kota Palangka Raya, semoga Pemerintahan Kota Palangka Raya dan masyarakatnya selalu mendapatkan perlindungan dan berkah dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Dirgahayu Kota Palangka Raya
Maju dan Jayalah Palangka Raya.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH,
A. TERAS NARANG, SH

publikasi oleh : Y.Dedy (Biro Adpum Setda Kalteng)

Senin, 27 April 2009

Efektivitas Pelayanan Publik


Menurut Emerson yang dikutip oleh Soewarno (1996:16) bahwa “efektivitas pelayanan publik merupakan pengukuran dalam arti tercapainya sasaran dan tujuan yang telah ditemukan sebelumnya”. Sedangkan Sondang P. Siagian (1997:151), “Efektivitas pelayanan publik berarti penyelesaian pekerjaan tepat pada waktu yang telah ditentukan, artinya pelaksanaan sesuatu tugas dinilai baik atau tidak sangat tergantung pada penyelesaian tugas tersebut dengan waktu yang telah ditetapkan”.
Efektivitas kerja organisasi sangat tergantung dari efektivitas kerja dari orang-orang yang bekerja di dalamnya. Sangat sulit untuk mengukur efektivitas kerja, karena penilaiannya sangat subjektif dan sangat tergantung pada orang yang menerima pelayanan tersebut. Kesukarannya terletak pada penarikan generaliasi yang akhirnya berlaku umum dan dapat diterima oleh setiap orang.
Artinya, meskipun individual sifatnya, ada beberapa kriteria yang dapat digunakan untuk mengukur efektivitas kerja dari organisasi yang memberikan pelayanan (Sondang P. Siagian, 1996:60) antara lain :

1. Faktor waktu
Faktor waktu di sini maksudnya adalah ketepatan waktu dan kecepatan waktu dari pelayanan yang diberikan oleh pemberi pelayanan. Hanya saja penggunaan ukuran tentang tepat tidaknya atau cepat tidaknya pelayanan yang diberikan berbeda dari satu orang ke orang lain.
Terlepas dari penilaian subjektif yang demikian, yang jelas ialah faktor waktu dapat dijadikan sebagai salah satu ukuran efektivitas kerja.

2. Faktor kecermatan

Faktor kecermatan dapat dijadikan ukuran untuk menilai tingkat efektivitas kerja organisasi yang memberikan pelayanan. Faktor kecermatan disini adalah faktor ketelitian dari pemberi pelayanan kepada pelanggan. Pelanggan akan cenderung memberikan nilai yang tidak terlalu tinggi kepada pemberi pelayan, apabila terjadi banyak kesalahan dalam proses pelayanan, meskipun diberikan dalam waktu yang singkat.

3. Faktor gaya pemberian pelayanan

Gaya pemberian pelayanan merupakan salah satu ukuran lain yang dapat dan biasanya digunakan dalam mengukur efektivitas kerja. Yang dimaksud dengan gaya disini adalah cara dan kebiasaan pemberi pelayanan dalam memberikan jasa kepada pelanggan. Bisa saja si pelanggan merasa tidak sesuai dengan gaya pelanggan yang diberikan oleh pemberi pelayanan.
Jika berbicara tetang sesuatu hal yang menyangkut kesesuaian, sesungguhnya apa yang dibicarakan termasuk hal yang tidak terlepas kaitannya dengan nilai-nilai sosial yang dianut oleh orang yang bersangkutan.

Melayani masyarakat baik sebagai kewajiban maupun sebagai kehormatan, merupakan dasar bagi terbentuknya masyarakat yang manusiawi.

Total Tayangan Laman

YouTube

Loading...

ARTI SAKATIK

SELAMAT DATANG DI BLOG SAKATIK.COM
KATA SAKATIK DIAMBIL DARI BAHASA DAYAK NGAJU YANG MEMILIKI ARTI "SEBAGAI PEMBIMBING" ATAU BISA DIKATAKAN SEBAGAI "MENTOR/GEMBALA" BAGI SEMUA ORANG.
MELALUI BLOG INI SEMOGA DAPAT MENJADI SEBUAH SUMBER KEBAIKAN BAGI SEMUA ORANG.